Enam Mualaf Ini Miliki Pengaruh Besar dalam Sejarah Islam

Agama Islam menjadi salah satu agama yang banyak dipelajari oleh umat manusia. Agama yang paling sempurna di mata Allah SWT ini mengajarkan kepada penganutnya mengenai segala sesuatu yang ada di alam semesta.

Banyak orang yang juga tertarik untuk mempelajari agama Islam dan memilih menjadi mualaf. Tentu saja menjadi nikmat yang amat besar karena mendapatkan hidayah dari Allah SWT untuk memeluk agama Islam. Baca lebih lajut →

Inilah Penggali Sumur Zam-Zam

Umat Islam tentu sangat familiar dengan Air Zam-zam. Sumur ini sangat identik dengan Nabi Ibrahim alaihissalam, istinya, Siti Hajar dan anaknya Ismail. Saat ditinggal di tengah gurun pasir tandus, sang istri mulai kewalahan mencari air untuk Ismail yang menangis kehausan.

Setelah berlari hingga tujuh kali mengintari bukit Safa dan Marwah, akhirnya memancar air yang kemudian disebut Zam-zam tersebut. Namun apakah air ini memancar begitu saja, atau ada yang menggalinya? Baca lebih lajut →

Begini Sejarah Iblis Bisa Masuk ke Tubuh Manusia

Iblis merupakan musuh nyata manusia. Mereka melakukan segala tipu daya agar Bani Adam mengikuti godaannya. Terdapat empat arah yang menjadi pintu setan saat akan masuk ke dalam diri, mulai dari sisi depan, belakang, kanan dan kiri.

Di dalam tubuh, setan bisa dengan mudah melancarkan godaan. Mulai dari mempengaruhi agar juah dari agama Allah, membuat manusia lalai dari ketaatan, dan memalingkannya dari jalan yang benar dan diridhai. Baca lebih lajut →

Beginilah Sejarah Penamaan Muhammad Pada Rasulullah SAW

Nama merupakan sebuah doa yang disematkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Sebuah nama biasanya memiliki sejarah sebelumnya dan  arti yang mendalam. Seperti nama yang dimiliki oleh Nabi terakhir Umat Islam, Muhammad SAW.

Ternyata nama Muhammad ini tidak serta merta diberikan oleh sang kakek, Abdul Muthalib kepada cucunya tersebut. Namun ada campur tangan Allah SWT yang membuat sang kakek menginginkan nama ini untuk cucunya yang baru lahir. Baca lebih lajut →

Asal Mula Sejarah Berdirinya Gedung Pancasila di Jakarta

Gedung Pancasila berdiri sekitar tahun 1830 di Jakarta dan didesain oleh J. Tromp. Awalnya, tujuan pembangunan gedung tersebut adalah untuk dijadikan rumah bagi Hertog Bernhard serta tempat tinggal komandan tentara Kerajaan Belanda. Gedung yang terletak di Jl. Pejambon No. 6 Jakarta Pusat ini juga akan digunakan sebagai tempat pertemuan oleh Volksraad (Dewan Rakyat). Dewan tersebut diprakarsai oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama dengan Gubernur Jendral J. P. van Limburg Stirum dan Thomas Bastiaan Pleyte yang menjadi menteri urusan koloni Belanda ketika itu. Selain itu, ada juga sumber yang mengungkapkan bahwa gedung tersebut merupakan tempat dari Raad van Indie. Lalu, bagaimanakah sejarah awal berdirinya Gedung Pancasila ini dan apa fungsinya? Untuk mengusir rasa penasaran, kami akan menyajikan ulasan lengkapnya untuk pembaca.

 Sejarah Berdirinya Gedung Pancasila
Pada zaman dahulu, Gedung Pancasila ini bernama Gedung  Volksraad. Gedung ini sendiri dibangun sekitar tahun 1830-an ketika itu masih dalam masa penjajahan kolonial Belanda. Kala itu, di daerah Jakarta terutama di Taman Pejambon dan Lapangan Banteng banyak berdiri gedung pemerintahan. Gedung Pancasila menjadi salah satu gedung yang dibangun juga kala itu tepatnya di Jalan Pejambon nomor 6. Pada awalnya, gedung ini dibangun untuk dijadikan sebagai rumah tinggal bagi komandan tentara kerajaan Belanda. Saat itu, ia juga merangkap jabatan sebagai Letnan Gubernur Jendral. Baca lebih lajut →