Bolehkah Berdoa Bersama Usai Salat Berjamaah? - Kumpulan Info Unik

Bolehkah Berdoa Bersama Usai Salat Berjamaah?

Doa merupakan permintaan seorang hamba kepada pencipta ketika berharap sesuatu. Bagi umat islam, aktivitas berdoa sering dilakukan setelah selesai salat wajib maupun sunnat.

Manusia harus khusuk dan bersungguh-sungguh terhadap permohonan yang diajukan kepada Allah. Saat berdoa, kita seolah-olah sedang berbicara langsung kepada Allah atas apa yang diinginkan.

Lantas bagaimana dengan sebagian orang yang berdoa bersama seusai salat. Beberapa diantaranya bahkan dipimpin oleh imam. Setiap akhir kalimat, makmum akan mengaminkan doa tersebut. Bagaimana Islam memandang hal ini?

Ternyata berdoa berjamaah dan dipimpin oleh imam dan diaminkan oleh makmum tidak pernah di ajarkan oleh Rasulullah SAW dan bukan ajaran yang dirutinkan. Hal ini juga tidak pernah dilakukan oleh khulafaur rasyidin dan sahabat nabi lainnya.

Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya: "Apakah diperbolehkan sekelompok orang berkumpul, berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan mengangkat tangan?” Maka beliau mengatakan:

“Aku tidak melarangnya jika mereka tidak berkumpul dengan sengaja, kecuali kalau terlalu sering (Diriwayatkan oleh Al-Marwazy di dalam Masail Imam Ahmad bin Hambal wa Ishaq bin Rahuyah 9/4879)

Makna jangan terlalu sering tersebut adalah tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai kebiasaan, sehingga dikenal oleh manusia sebagai sebuah amalan. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berkata Asy-Syathiby rahimahullahu: “Jika syariat telah menganjurkan untuk dzikrullah misalnya, kemudian sekelompok orang membiasakan diri mereka berkumpul untuknya (dzikrullah) dengan satu lisan dan satu suara,atau pada waktu tertentu yang khusus maka tidak ada di dalam anjuran syariat yang menunjukkan pengkhususan ini,justru di dalamnya ada hal yang menyelisihinya, karena membiasakan perkara yang tidak lazim secara syariat akan dipahami bahwa itu adalah syariat, khususnya kalau dihadiri oleh orang yang dijadikan teladan di tempat-tempat berkumpulnya manusia seperti masjid-masjid.” (Al-I’tisham 2/190)

Berdoa berjamaah adalah perkara yang tidak ada contohnya dari Rasulullah dan para sahabat. Sehingga, berdoa sendiri tanpa ada yang memimpin lebih baik. Karena begitulah Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya.
Tag : Islam
2 Komentar untuk "Bolehkah Berdoa Bersama Usai Salat Berjamaah?"

Maaf saya hanya mengutip:
“Dari Habib bin Maslamah al-Fihri radhiyallahu ‘anhu –beliau seorang yang dikabulkan doanya-, berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka.” (HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [3536], dan al-Hakim dalam al-Mustadrak 3/347. Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai persyaratan Muslim. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid 10/170, para perawi hadits ini adalah para perawi hadits shahih, kecuali Ibn Lahi’ah, seorang yang haditsnya bernilai hasan.)

“Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang Yahudi tidak hasud kepada kalian melebihi hasud mereka pada ucapan salam dan amin.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad [988], Ahmad 6/134, Ibnu Majah [856], dan Ibnu Rahawaih dalam al-Musnad [1122]. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, al-Hafizh Ibnu Hajar, al-Hafizh al-Bushiri dan lain-lain. Lihat al-Amir al-Shan’ani, al-Tanwir Sayrh al-Jami’ al-Shaghir, 9/385.)

“Dari Jami’ bin Syaddad, dari seorang kerabatnya, berkata: “Aku mendengar Umar bin al-Khaththab berkata: “Tiga kalimat, apabila aku mengatakannya, maka bacakanlah amin semuanya: “Ya Allah, sesungguhnya aku orang yang lemah, maka kuatkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku orang yang kasar, lembutkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku seorang yang pelit, maka pemurahkanlah aku.” (HR. Ibnu Sa’ad dalam al-Thabaqat 3/275)

“Al-Nu’man bin Muqarrin seorang laki-laki yang lembut. Lalu beliau berkata: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, agar Engkau sejukkan mataku pada hari ini dengan penaklukan yang menjadi kemuliaan Islam dan kehinaan orang-orang kafir. Kemudian ambillah aku kepada-Mu sesudahnya dengan mati sebagai syahid. Bacakanlah amin, semoga Allah mengasihi kalian.” Maka kami membaca amin atas doa beliau dan kami menangis.” (HR. al-Thabari, Taikh al-Umam wa al-Muluk, 4/235) Sanad atsar tersebut shahih.

Back To Top