Konspirasi Teori Evolusi Darwin, Benarkah Manusia Keturunan Kera?

Ilmuan Charles Darwin, pengemuka teori evolusi mengatakan bahwa manusia berasal dari keturunan kera. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun menunjukan jika manusia terdahulu menjalani kehidupan sebagai hewan, yang kemudian beradap setelah berevolusi menjadi manusia.

Pandangan ini terangkum dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971 dan sangat kontroversial serta menjadi perdebatan. Sayang dominasi media barat sukses membuat teori evolusi darwin masuk ke dalam ranah kurikulum pendidikan di seluruh dunia. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis.

Pada awal kemunculannya Darwin langsung ditentang banyak agama. Karena  jika mengacu pada ajaran agama maka manusia adalah ciptaan Tuhan yang mutlak. Bahkan manusia adalah keturunan kera, merupakan gagasan yang terlampau sulit untuk diterima akal sehat. Terlepas dari kemiripan tampilan, ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.

Penelitian yang mereka lakukan mengemukakan bahwa Australopithecus yang merupakan kera yang sudah punah menjadi nenek moyang manusia. Saat para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan kebohongan.

Kebohongan yang paling terkenal adalah tentang fosil manusia Piltdown 500.000 tahun. Mereka terpaksa memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia.  Hal ini terungkap setelah pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan “uji fluorin”.  Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah selama 40 tahun.

Kejadian Manusia Menurut Al-Qur’an
Jika saja Darwin dan Evolusionis lain mau membaca Al-Qur’an, tentu saja mereka tidak perlu repot-repot melakukan penelitian tentang awal kejadian manusia. Pasalnya sejak perkembangan Islam 1400 silam, umat Islam sudah mempercayai bahwa nenek moyang manusia adalah Nabi Adam dan bukan kera seperti yang diungkapkan Darwin. Bahkan Alllah SWT sudah menceritakan bagaimana awal mula penciptaan Adam dalam Al-Qur’an dalam surah Al Hijr (Qs 15)

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs 15:28-29)

Perkembangan berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ (Qs 4). Dari diri nabi Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai banyak. Dan sampai sekarang tidak berubah. Tidak ada evolusi genetika.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1)

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13).

Jadi Allah SWT sebenarnya sudah menciptakan manusia sebagai pemimpin di bumi, yang memiliki derajad yang paling tinggi dibanding dengan makhluk bumi lainnya. Terlebih jika dibandingkan dengan kera yang selama ini dipercaya sebagian kalangan sebagai nenek moyang manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *