Empat Perawatan Kecantikan yang Justru Mempercepat Penuaan Kulit - Kumpulan Info Unik

Empat Perawatan Kecantikan yang Justru Mempercepat Penuaan Kulit

Sudah menjadi rahasia umum jika seorang wanita ingin tampil cantik dan sempurna. Segala cara dilakukan agar mendapatkan penampilan sesuai yang diinginkan. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan kecantikan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tidak heran, jika mereka rela merogoh kocek yang dalam demi mendapatkan predikat sebagai wanita cantik.

Namun, anda patut waspada dalam melakukan perawatan kecantikan ini. Bisa saja bukannya mendapat penampilan yang indah, perawatan kecantikan yang kita lakukan justru dapat menimbulkan kerusakan pada kulit apabila anda melakukannya secara berlebihan. Berikut ini adalah empat perawatan kecantikan yang justru mempercepat penuaan kulit.

1.  Scrub Wajah
Scrub wajah biasanya digunakan untuk mengangkat sel kulit mati. Selain itu, scrub wajah juga sering dilakukan agar kotoran yang menyumbat di kulit dapat terangkat. Perawatan jenis ini dipercaya dapat membuat kulit menjadi lebih bersih dan sehat. Namun tahukah anda jika terlalu sering melakukan scrub pada wajah akan menyebabkan pengelupasan kulit? Ya, pengelupasan kulit ini akan terjadi ketika menggunakan scrub terlalu kering. Penggunaan yang berlebihan ini akan menghilangkan lapisan pelindung di bagian atas kulit. Itulah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan pecah-pecah.

Jika sudah mengalami efek dari penggunaan scrub wajah yang berlebihan, alangkah lebih baiknya apabila anda melakukan sedikit penanganan. Seperti mengoleskan krim yang mengandung 1 persen hidrokortison untuk meredakan iritasi. Selain itu gunakan pembersih wajah yang tidak mengandung pewangi dan pelembap. Agar kulit kembali seperti semula, cobalah untuk menghindari penggunaan produk yang mengandung retinoids and alpha hydroxyl.

Namun, apabila kulit anda masih kering dan pecah-pecah, maka langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah mengganti penggunaan scrub tersebut dengan butiran jojoba . Selain lakukanlah pengangkatan kulit mati secara lembut setidaknya 2 kali dalam seminggu.

2. Pemutihan Gigi
Semua produk pemutih gigi yang beredar di pasaran pasti mengandung bahan peroksida. Bahan inilah yang berfungsi untuk menghilangkan noda pada gigi kita. Namun, ketika kita melakukan perawatan gigi menggunakan pemutih ini tanpa pengawasan dari dokter, prosedur pemutihan gigi di rumah ini justru akan berdampak negatif.

Seorang dokter gigi yang berasal dari New York, Lana Rozengerg mengatakan bahwa jika berlebihan dalam penggunaan peroksida ini akan membuat gigi justru menjadi keropos. Selain itu, juga akan mengakibatkan iritasi pada gusi dan gigi menjadi lebih sensitif pada benda panas ataupun dingin.

Namun, apabila anda sudah terlanjur terkena iritasi karena penggunaan berlebihan produk pemutik gigi. Maka anda bisa melakukan beberapa cara, yakni menghentikan penggunaan produk pemutih gigi selama 6 bulan hingga iritasi tersebut mereda. Selain itu, anda juga dapat menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung potasium nitrat. Pasta jenis ini akan menghambat sinyal sakit dari gigi ke otak. Selai itu, kandungan flouride juga akan membantu meremineralisasi enamel gigi yang hilang.

Namun, apabila iritasi pada gusi ataupun gigi anda tidak kunjung teratasi maka anda harus melakukan tindakan lanjutan. Penanganan lanjutan ini dapat dilakukan dengan cara membatasi penggunaan pemutih minimal 6 bulan sekali dan tidak digunakan selama 20 hari berturut-turut. Selain itu, anda juga harus mengurangi makanan dan minuman berwarna seperti tomat, anggur merah, dan kopi. Makanan dan minuman tersebut harus dihindari karena dapat memberikan bekas kuning pada gigi.

3. Pedikur Dengan Batu Apung
Batu apung dipercaya sangat bagus untuk memperhalus kulit serta mengkat sel kulit mati pada kaki. Namun, jika terlalu sering dilakukan makan akan menyebabkan kulit kaki menjadi rentan terhadap infeksi dan menjadi lebih sensitif. Terlebih lagi jika tidak menggunakan pisau khusus.

Jika kaki anda sudah mulai teriritasi karena penggunaan yang berlebihan dari batu apung ini makan dapat mengoleskan antibiotik jika kaki mengalami pendarahan dan menutupnya dengan perban. Selain itu, jangan melakukan predikur hingga luka tersebut sembuh.

Jika penanganan pertama tersebut tidak berhasil untuk mengatasi iritasi maka anda perlu menggantu batu apung dengan materi anti karat. Hal itu harus dilakukan karena batu apung menjadi sasaran empuk bakteri untuk berkembang biak. Cukup melakukan perawatan kaki sekali saja dalam seminggu saja ketika mandi.

4. Produk Penambah Volume Rambut
Banyak wanita yang ingin membuat rambutnya terlihat mengembang. Mereka kemudian membeli gel ataupun semprotan serta beberapa produk untuk membuat rambut tampak mengembang. Namun, perawatan yang seperti itu justru membuat rambut menjadi tidak sehat. Itu dikarenakan produk-produk perawatan rambut mengandung bahan polimer dan alkohol. Kedua bahan tersebut bisa menghilangkan kelembapan rambut.

Jika rambut anda sudah mulai mengalami penuaan karena proses perawatan kecantikan yang tidak baik. Maka anda perlu melakukan beberapa langkah penanganan yaitu keramas seminggu sekali dengan sampo yang mengandung bahan pembersih tambahan dan asam penghilang residu guna membersihkan sisa-sisa bahan kimia yang menumpuk.

Namun, jika langkah tersebut tidak juga berhasil, maka anda perlu menggunakan hairdryer pada ujung rambut agar terlihat mengembang. Selain itu, dapat juga menggunakan produk non-alkohol yang mengandung banyak air. Itu bertujuan agar rambut yang anda miliki tidak mengalami kekeringan.

Itulah empat perawatan kecantikan yang justru membuat kulit kita cepat mengalami penuaan. Supaya penuaan pada kulit tidak mudah terjadi maka anda harus lebih memperhatikan produk kecantikan dan waktu penggunaanya. Jangan karena ingin cepat mendapatkan hasil, maka anda melakukan perawatan dengan berlebihan.
Tag : Kesehatan
1 Komentar untuk "Empat Perawatan Kecantikan yang Justru Mempercepat Penuaan Kulit"

misi sis untuk produk yang disaran kan apa yah untuk kecantikan wajah agar terawat dengan baik dan benar?

Back To Top